Event

Longserang Memikat, Berkat Kampung Zakat

Gerimis menyambutku di Lombok, menyesapkan aroma tanah basah ke dalam sukmaku. Longserang dalam balutan senja kala itu membiusku. Tawa anak-anak riang membawakan bendera merah putih berbaris di tepi jalan. Desir angin menyibakkan rambut mereka. Aku tak kuasa ikut-ikutan tersenyum lebar. Karena semuanya terasa menyenangkan.

31 Januari 2018 aku dan rombongan kantor bertolak ke Lombok untuk menyaksikan soft launching Kampung Zakat di dusun Longserang Timur,  Nusa Tenggara Barat. Kampung Zakat merupakan program prioritas Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, yang merupakan program sinergi antara Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf dengan lembaga zakat (BAZNAS dan LAZ) yang bertujuan untuk  memberikan kemudahan akses bagi masyarakat pedesaan yang berada dibawah garis kemiskinan, sehingga meningkatkan perubahan dalam  strata sosial dan ekonomi untuk tahun-tahun mendatang.

Longserang Timur menjadi pionir pilot project Kampung Zakat yang nantinya akan diteruskan pada wilayah-wilayah berikutnya. Yaitu di Kab Lebak (Provinsi Banten), Kab. Seluma (Prov. Bengkulu), Kab. Sambas (Prov. Kalimantan Barat), Kab. Belu (Prov. NTT), Kab. Halmahera (Prov. Maluku Utara) dan Kab. Raja Ampat (Prov. Papua Barat).

Sesampainya kami di Longserang, kami disambut oleh kearifan penduduk lokal dan makanan khas daerah tersebut. Acara Soft Launching berlangsung sederhana, hanya di bawah atap terpal tenda di halaman mesjid. Dihadiri oleh Ketua Umum FOZ, Bpk Nur Effendi, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Bpk Fuad Nasar, pejabat desa setempat, pegiat-pegiat LAZ dan masyarakat sekitarnya.

P_20180131_164343
Bpk Fuad Nasar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf memberikan sambutan pada acara Soft Launching Kampung Zakat

Setelah soft launching resmi yang ditandai dengan dibukanya tirai papan nama Kampung Zakat Desa Longserang, kami dibawa berjalan-jalan oleh tokoh masyarakat setempat untuk menyaksikan program-program pemberdayaan ekonomi yang sudah berlangsung di Longserang. Program Kampung Zakat dilaksanakan dengan memberikan fasilitas terintegrasi bagi masyarakat miskin  di suatu kampung/desa dengan memberdayakan dana Zakat, Infak, dan Sedekah yang telah dihimpun oleh BAZNAS, LAZ dan UPZ. Adapun kemudahan yang akan diterima seperti bantuan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, fasilitas dan sarana umum.

P_20180131_165459
Unsur Pemerintah daerah, BAZNAS, FOZ, LAZ dan Kementerian Agama dalam semangat Kampung Zakat

Tokoh masyarakat membawa kami ke sebuah jalan setapak memasuki rumah pemukiman penduduk desa. Sudah ramai ternyata dengan sederetan spanduk yang sudah dipasang di tiap-tiap rumah penduduk/saung yang dijadikan display percontohan. Kami melihat lokasi Lelang Program Bedah Bale, ada 12 lokasi rumah yang siap dilelang untuk diperbaiki atau dibedah. Dan surprisingly, lelang langsung dilakukan on the spot, oleh para pengurus BAZNAS dan LAZ, hingga seluruh lokasi rumah sudah mendapatkan bantuan lelang masing-masing. Luar biasa banget betapa antusiasnya para amil zakat. Menyaksikannya juga turut membuat hati bergetar, bahwa dana ZIS dapat dimanfaatkan secara cepat dan tepat langsung pada sasaran yang membutuhkan.

P_20180131_171149
Lelang Bedah Bale

Dari lokasi Bedah Bale, kami jalan sedikit ke saung tempat Program Pemberdayaan Pengrajin Camilan Lombok dan Pengrajin Ketak. Ada beberapa camilan yang dipajang dan langsung diborong oleh tamu-tamu yang hadir. Aku mencoba keripik singkong dan enak banget rasanya, renyah dan gurih. Pengrajin camilan dan ketak ini merupakan penerima  bantuan dana ZIS yang berbasis ekonomi. Diharapkan dengan penghasilan dari keuntungan menjual camilan Lombok dapat meningkatkan taraf hidup dan nandiri secara ekonomi.

 

Setelah itu kami menuju salah satu rumah penduduk yang disulap menjadi Bale Baca. Pada halaman depan rumah di taru rak-rak berisi buku-buku dan meja kursi. Anak-anak ramai membaca dan ngariung melihat-lihat buku yang ada. Minat membaca anak anak terlihat sangat besar. Buku-buku yang ada merupakan pemberian dari LAZ daerah sekitar. Program ini juga sebagai wujud peningkatan sumber daya manusia di lokasi Kampung Zakat. Karena ilmu pengetahuan merupakan gerbang segala bentuk keniscayaan.

Antusias anak-anak membuat haru

Profil Dusun Longserang Timur

Dusun Longserang Timur terletak di Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat dan dihuni oleh  500kk (2016). Selama ini LAZ DASI NTB yang juga merupakan anggota FORUM ZAKAT (FOZ) telah membantu masyarakat miskin disini melalui berbagai macam program, antara lain Bantuan Tandon dan Bedah Rumah.

Dulunya daerah ini sering dilanda kekeringan sehingga sangat sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan minum sehari-hari. Warga untuk kebutuhan buang hajat juga masih ke sungai. Sarana MCK sangat terbatas. Dengan adanya bantuan dari LAZ DASI Alhamdulillah kebutuhan air bersih dapat terpenuhi.

Orang-orang Dusun Longserang adalah orang Sasak tulen, yang lahir dan dibesarkan di Longserang. Sebagian besar berprofesi sebagai buruh tani, kerja serabutan, TKI dan buruh bangunan dengan pendapatan seharinya antara 50.000-80.000 dan itu juga tidak rutin. Sebagian besar warga yang laki-laki kerap kalo mencukupi kebutuhan hidupnya dengan menajat pohon kelapa. Memanjat pohon kelapa sangat beresiko dan upahnya sangat kecil yaitu hanya berupahkan 2 buah kelapa/pohonnya.

Dari segi pemberdayaan ekonomi, masyarakat sangat terbantu dengan program pembentukan kelompok ekonomi oleh LAZ DASI yaitu kelompok anyaman ketak (2 kelompok masing-masing beranggotakan 10 orang), kelompok cemilan (ada 1 kelompok dengan 4 anggota). Juga ada bantuan Brugak berupa saung beratap ilalang. Program-program lainnya seperti pembinaan yasinan keliling dan perawatan kesehatan bagi lansia juga sangat membantu masyarakat disini.

PROGRAM KAMPUNG ZAKAT

Seperti sudah di singgung di atas, Pilot project program Kampung Zakat yang dilaksanakan di wilayah daerah tertinggal diharapkan mampu memberikan manfaat perubahan bagi peningkatan ekonomi mustahik dan sekaligus sebagai program percontohan di tiap provinsi. Program ini merupakan program yang terintegrasi dalam membangun masyarakat pedesaan yang bangga akan daerahnya.

Program ini didesain selama 2 tahun yang akan dimulai tahun 2018-2019. Setiap program yang akan dijalankan pada tahun tersebut berlanjut selama 3 tahun kedepan. Program ini akan melibatkan seluruh lintas sektoral dengan memberdayakan dana ZIS yang telah dihimpun baik melalui BAZNAS, LAZ, dan UPZ.

Goals and Objective Program ini adalah :

  • Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia
  • Pembinaan masyarakat dibidang agama, kesehatan, wirausaha, dan mental
  • Menetapkan standar kelayakan ekonomi masyarakat
  • Mewujudkan masyarakat yang memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT

Adapun indikator keberhasilan dari Program Kampung Zakat ini dinilai dari segi kualitatif dan kuantitatifnya, adalah sebagai berikut :

KUALITATIF

Tahun 2018: 50% mustahik mandiri secara ekonomi.

Tahun 2019: bertambah 25% mustahik mandiri secara ekonomi.

Tahun 2020, bertambah 25% mustahik mandiri secara ekonomi, dan telah dinyatakan berhasil.

KUANTITATIF

Paling sedikitnya 20 KK terbantu dalam program Kampung Zakat di satu lokasi/desa.

  • Adanya sinergi lintas sektoral 100% dari jumlah lembaga yang terbentuk.
  • Dilakukan di wilayah daerah tertinggal.
  • Meningkatnya pengumpulan zakat secara nasional, yaitu:

–100% tahun 2018 dari hasil pengumpulan zakat tahun 2017.

–150% pengumpulan zakat tahun 2019 dari hasil pengumpulan zakat tahun 2018.

Mengutip data BPS (2017), angka kemiskinan penduduk pedesaan jauh lebih besar dibandingkan dengan perkotaan. Data menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin desa pada Maret 2017 masih mencapai 13,93 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding dengan persentase penduduk miskin perkotaan yang hanya 7,72 persen. Persentase penduduk desa juga di atas angka penduduk miskin nasional yang berada di level 10,64 persen pada Maret 2017. Hal tersebut dimungkinkan antara lain karena faktor garis kemiskinan desa lebih tinggi karena inflasi desa lebih tinggi dari inflasi di perkotaan.

Meskipun program Kampung Zakat ini masih jauh dari harapan pemberantasan angka kemiskinan secara massive dan nasional. Akan tetapi diharapkan gairah Kampung Zakat khususnya yang sudah ditunjukkan oleh Longserang dapat menimbulkan efek menular kepada dusun-dusun lainnya melalui pemberdayaan dana zakat, infak, sedekah yang sudah terkumpul selama ini oleh lembaga amil zakat yang resmi terdaftar di Pemerintah. Program ini juga bisa menjawab kekhawatiran muzakki di Indonesia akan amanah tidaknya mempercayakan pemungutan zakat kepada lembaga pemerintah. Karena masyarakat dapat mengawal sendiri penyaluran dana ZIS tersebut melalui program-program yang diluncurkan di tengah-tengah masyarakat.

Semoga ya program KAMPUNG ZAKAT ini berhasil dan bisa diikuti oleh program-program serupa lainnya.

Amiiinnn…

 

 

25 thoughts on “Longserang Memikat, Berkat Kampung Zakat

  1. Keren…klo semakin banyak Kampung Zakat di Indonesia. Potensi zakat dan wakaf Indonesia yang sangat besar dan memang sudah seharusnya digarap dengan serius. Para pengelola LAZ yg jujur dan profesional, yang keberadaannya sudah dirasakan terlebih dahulu oleh masyarakat. Dan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama c.q. Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, harus terus bersinergi agar potensi ini dapat dioptimalkan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang berhak menerima zakat (asnab).

    Kok sy jadi teringat tahun 2010 pernah ke sana, Lombok, NTB, mendampingi para anggota dewan komisi VIII DPR RI dalam rangka Kunjungan Kerja bersama dengan Ketua Baznas kala itu, Prof. Didin Hafidhuddin. Kala itu mengunjungi beberapa objek seperti pesantren dan sekolah yang menerima bantuan dari Baznas.

    1. berarti sejak 2010 program semacam ini sudah ada..tetapi dengan Kampung Zakat ini diharapkan tidak hanya BAZNAS yang berperan tapi semua unsur amil zakat lainnya…dan manfaatnya bisa dirasakan hingga sudut-sudut pelosok Indonesia…
      Amiiiinn

  2. Semoga makin banyak kampung2 yang terbantu, gak sekadar kasi uang, tapi juga pembangunan infrastruktur atau bahkan bisa kasi2 keterampilan yg bermanfaat ya jd warganya bisa menciptkan lapangan kerja sendiri 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *