Uncategorized

Life of Pi : KISAH PI

7c9b3e8dd14962e406f0ea931c802aa4Life of PI (Kisah Hidup Pi)

 

LIFE OF PI

By Yann Martel

 

Kisah Pi

Alih Bahasa : Tanti Lesmana

Hak Cipta Terjemahan Indonesia :

PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

Cetakan Keempat : November 2007

Banyak Halaman : 448 hal

ISBN-10 : 979-22-1106-3

ISBN-13 : 978-979-22-1106-1

Pada tanggal 21 Juni 1977, kapal karang Tsimtsum berlayar dari Madras menuju Canada. Pada tanggal 2 Juli, kapal itu tenggelam di Samudra Pasifik. Hanya satu sekoci berhasil diturunkan, membawa penumpang seekor hyena, seekor zebra yang kakinya patah, seekor orang utan betina, seekor harimau Royal Bengal seberat 225 kg dan Pi- anak lelaki India berusia 16 tahun. Selama lebih dari tujuh bulan sekoci itu terombang-ambing di Samudra Pasifik yang biru dan ganas. DI Samudra inilah sebagian Kisah Pi berlangsung. Kisah yang luar biasa, penuh keajaiban, dan seperti ucapan salah satu tokoh di dalamnya, kisah ini akan membuat orang percaya pada Tuhan.

 

Aku membaca Kisah Pi dengan napas terhela-hela dan adrenalin memuncak dan menurun bagaikan perbukitan gunung teh di Kerinci. Sungguh sebuah kisah hebat hanya memiliki dua pilihan bagiku, terus meneruskan membacanya atau selalu mengulur-ulur waktu menuntaskan membacanya seakan-akan tidak ingin tali koneksi antara aku dan Pi terputus.

Kisah ini bercerita tentang satu orang yang dikarunia sense spiritualism yang luar biasa, empati yang tinggi dan kecerdasan emosi yang tiada tara. Adalah Piscine Molitor Patel, seorang anak pemilik kebun binatang di Pondicherry, bagian dari The Union of India. Piscine atau biasa dipanggi Pi sejak kecil memiliki ketertarikan yang tinggi dengan Tuhan. Dia menyembah Dewa Wisnu, menjalani misa di gereja, serta rajin sembahyang bersungkur di sejadah. Baginya semua ajaran agama baik, dan dia menjalani semuanya dengan tanpa terpaksa, murni dari kesadaran rohaniah yang timbul di dirinya. Yang mungkin merupakan anugrah dari Tuhan sendiri. Hidup Pi kecil dan remaja dihabiskan dengan meneliti sifat-sifat binatang di kebun binatang Ayahnya, menjalani love and hate brotherhood dengan kakanya Ravi serta beribadah menurut kepercayaannya tersebut.

Tapi kisah Pi yang sesungguhnya dimulai di Samudra Pasifik. Ketika dia harus bertahan hidup berada dalam satu sekoci dengan hyena, zebra, orang utan dan harimau. Kapal itu tenggelam bahkan sebelum Pi, kedua orangtuanya dan Ravi, serta binatang-binatang lainnya sampai di Canada. Hanya mereka yang selamat dalam satu sekoci itu.

Pi menghabiskan hari-hari pertamanya dengan menyaksikan bagaimana hyena berprilaku kejam membunuh zebra hingga akhirnya membunuh Orange Juice, si orang utan. Tapi itu semua tak seberapa dengan kenyataan bahwa ada seekor harimau Bengal bernama Richard Parker yang satu sekoci dengannya dan siap kapan saja menerkamnya.

Dia memandang ke Samudra lepas. Lalu dia menggeram pelan dan garang. Dan mencum-cium udara lagi. Setelah itu perlahan-lahan dia memalingkan kepala. Terus..terus..memutar kepala sepenuhnya..sampai menatap tepat padaku

Seandainya aku bisa menggambarkan apa yang terjadi berikutnya, bukan mengenai apa yang kulihat-aku masih bisa mengendalikan diri kalau sekedar menyangkut apa yang kulihat-melainkan apa yang kurasakan. Aku melihat Richard Parker dari sudut yang menunjukkan dengan jelas betapa luar biasanya makhluk ini, yakni dari belakang, badan setengah terangkat, kepala ditolekkan padaku. Dia seolah-olah sengaja megambil posisi ini, untuk memamerkan bahwa dirinya adalah hasil karya yang sangat mengagumkan. Karya seni yang sungguh luar biasa.

Pi akhirnya selamat. Tsimtsum tenggelam pada 2 Juli 1977 dan Pi adalah satu-satunya penumpang yang selamat yang diketemukan di pantai Meksiko pada tanggal 14 Februari 1978. Selama 227 hari dia terombang-ambing di Samudra Pasifik, bertahan diri dengan hidup bagaikan binatang, memakan bahan makanan yang ada di sekoci, berburu penyu dan ikan terbang, melatih Richard Parker di dalam sirkus Pasifik yang tidak bertepi, dengan mata hampir buta, terdampar di dalam pulau misterius yang memiiki kemampuan membunuh secara botanical, mempertanyakan Tuhan, berpaling pada-Nya, hingga tak memiliki pilihan lain selain hanya bergantung pada harapannya akan Tuhan.

Pi adalah contoh betapa rasa takut akan mengalahkan segalanya, dan keinginan untuk tetap hidup merupakan sandaran yang harus diperjuangkan. Dan bahwa Tuhan bersamanya dalam segala bentuk perwujudan.

Membaca buku ini seakan akan terjebak dalam dimensi pemikiran yang begitu dinamis. Betapa hidup dan mati hanyalah dipisahkan oleh serat tipis. Betapa takdir dan ikhtiar merupakan kombinasi yang sangat serasi. Kisah Pi memberikan suntikan pemahaman rohani yang begitu dalam dan membekas. Aku masih saja terngiang-ngiang bagaimana Pi berjuang melawan ketakutan akan ikan hiu di bawah dek sekoci dan perasaan ngeri yang tak terbayangkan ketika dia harus meringkuk di belakang hadapan Richard Parker. Penulis menggambarkannya dengan begitu jelas, seakan-akan semua emosi Pi menulis langsung melalu tinta-tinta penanya. Seakan-akan Pi ikut merasuk dan membantu menggerakan motor roda imajinasi si penulis.

Aku memberi 5 bintang penuh. Dengan binar-binar keemasan yang merona-rona.

Ahhh..semangatku menjadi terbakar membaca kisah Pi.

Semoga aku dapat mewarisi setitik saja keberanian dan kecerdasan yang Pi punyai, sebagai booster bagiku menghadapi dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *