Curhat, Miko dan Mikha, Mimi

Kebiasaan-Kebiasaan Keluarga Muslihin Setiap Bulan Puasa

Setiap mau memasuki Bulan Ramadhan atau bulan puasa selalu disambut dengan penuh suka cita yah. Sebagai bulan penuh rahmat dan berkah, bulan Ramadhan memberikan esensi semangat tersendiri. Semangat untuk beribadah dengan lebih giat, semangat untuk terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik dan juga semangat untuk berbuat baik kepada orang lain.

Dan jangan lupakan tradisi!

Yes, setiap bulan puasa pasti tambah semangat karena banyak banget tradisi-tradisi atau kebiasaan yang hanya muncul di bulan puasa. Ya kali penjual blewah bakal mangkal berderetan jualan kalau ga di bulan puasa, atau penjual kolak, bubur candil dan aneka ta’jil yang membanjiri jalan kaki lima di jalan Sabang, riweh riuh rendahnya pasar menjelang lebaran, dan lain lain.

Semua gelora semangat itu tak kenal pangkat jabatan, miskin kaya, tua muda, generasi millenial dan generasi bukan milenial hehe. Semua turut menjadi perekat kegembiraan di dalam bulan puasa ini.

Meskipun begitu, ibaratnya tiap keluarga yang punya menu khas hidangan lebaran tersendiri, keluarga Muslihin juga punya beberapa kebiasaan atau tradisi yang dilakuin di setiap bulan puasa. Apa aja kah itu? Yuk mari kita lihat…

1. Mengumpulkan baju-baju masih layak pakai untuk disumbangkan

clothes-1838325_960_720

Ini udah tradisi tiap puasa, kami sekeluarga bongkar-bongkar lemari untuk menyumbangkan beberapa helai pakaian untuk disumbangkan. Pakaian yang disumbangkan masih layak pakai, malah beberapa masih baru belum dipakai sama  sekali. Biasanya ini jadi kesempatan aku untuk mengeluarkan isi lemari Mika dan Miko, dan mensortir pakaian-pakaian yang sudah kesempitan.  Yang sudah sempit dan masih bagus masuk ke kotak sumbangan.

Baca yang ini juga ya : Laundry Mess

2. Minimal sekali buka puasa bareng keluarga di restoran atau tempat hang out baru yang lagi kekinian

restaurant-2325385_960_720

Kalau banyak yang memilih buka puasa bersama di luar, aku pribadi siy merasa malah lebih nikmat buka puasa di rumah bersama keluarga. Soalnya gampang nambahnya HAHAHAHA. Ngga deng…Selain karena mengirit pengeluaran juga, kalau buka puasa di rumah tuh lebih syahduu rasanya. Tapiii, buka puasa di luar boleh siy buat cari suasana baru kan ya. Biasanya di hari-hari menjelang lebaran tuh, yang lebih fleksibel waktunya, karena biasanya sudah banyak yang cuti. Ga sering-sering siy aku buka puasa di luar gitu, paling banyak dua sampai tiga kali.

Baca yang ini juga ya : 5 hal yang bisa dilakukan untuk melupakan ngemall

3. Beres-beres rumah

washing-windows-394158_960_720

Ini kudu banget. Menjelang lebaran pastinya ingin suasana rumah lebih bersih dan rapih. Kalau lagi punya uang lebih pengen rasanya mengecat ulang rumah dengan warna cat yang lebih bersih. Tapi kalaupun dananya terbatas, ya beres-beres aja apa yang ada. Peerku tahun ini siy ga muluk-muluk, minimal mau lebaran, semua baju yang belum dicuci atau di setrika sudah beres semua. Jadi pas hari H ga ada tuh namanya tumpukan baju kotor atau gunungan baju bersih yang belum disetrika. Setelah itu mau mengatur tata letak bed, lemari baju, tv dan lain lain di kamar supaya lebih fresh. Trus membersihkan lantai atas yang masih berantakan dengan barang-barang hasil pindahan yang belum juga sempat tersentuh. Menyapu dan mengepel lantai pada malam hari H sudah wajib banget dan jadi rutinitas tahunan. Selebihnya tinggal tunggu orderan dari Mami aja (secara masih numpang rumah orangtua) untuk dibereskan bagian yang mana aja.

Baca yang ini juga ya : From Branded Bags To Local Product, Fumiko’s and Serenity, My Undercover Identity

4. Mencuci perlengkapan sholat untuk taraweh dan lebaran

kid-1077793_960_720

 

Ini biasanya dilakukan sebelum bulan puasa siy. Semua mukena dan sajadah dicuci ulang, tak lupa menambahkan pewangi, agar bau kamper bekas penyimpanan di lemari atau container bisa hilang. Alhamdulillah diberi rezeki memiliki lebih dari satu perlengkapan sholat sehingga “yang terbaik” disimpan untuk hari raya. Dan menjelang hari H dikeluarkan untuk dicuci terlebih dahulu dan di setrika hingga licin dan rapih.

Baca yang ini juga ya : cerita miko puasa ramadhan

5. Itikaf di Mesjid di 10 malam terakhir

book-1283468_960_720

Di 10 malam terakhir, Allah memerintahkan umatnya untuk berburu malam Lailatul Qodar, malam yang terbaik dari seribu bulan. Untuk itu biasanya bermalam di mesjid dari sehabis isya hingga pagi menjelang subuh. Biasanya rentang waktu itikafku siy ga selama itu, karena sekarang punya anak juga, dan kadang masih ngantor juga, ya dijalankan sesuai dengan kemampuan. Alhamdulillah rumah di belakang mesjid, jadi pulang pagi-pagi pun ga masalah.

Baca yang ini juga ya : memesona

6. Belanja keperluan lebaran

fashion-1031469_960_720

Kayanya ini semua keluarga juga punya tradisi ini yaahh. Tapi uniknya entah kenapa tiap tahun ga kapok kapok dengan semua keruwetan pusat perbelanjaan. Kalau kami sekeluarga siy paling suka ke Thamrin City, karena pilihan-pilihannya lebih banyak, lebih beragam dengan harga yang bervariasi pula. Yang agak PR karena ngajak anak-anak ya, dan kondisinya Thamcit kadang kurang memadai buat bawa anak-anak. Masih inget beberapa tahun silam, waktu Mikha baru lahir, dan nekat ke Thamcit. Rempong banget. HAHAHAHA.

Oiya, biasanya kan suka ada midnight late shopping apalah apalah gitu kan ya. Tapi entah kenapa ga tertarik tuh. Ga tau kenapa? Kayanya ga nemu aja feelnya harus belanja di tengah malam bolong. Hehehhe

Baca yang ini juga ya : tips berburu fossil

Apalagi sekarang online shop dan web e-commerce bertebaran dimana-mana. Yang penting ada uangnya aja siy, hehehhe

Sementara itu siy yang biasa jadi rutinitas tiap tahun. Ohiya gimana dengan kamu?

Tradisi puasa apa aja yang kamu jalankan di keluarga? Pasti unik-unik ya. Berbagi yuk jadi pengen tahu juga 🙂

 

1 thought on “Kebiasaan-Kebiasaan Keluarga Muslihin Setiap Bulan Puasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *