Review

INHALEC 2017 : Jadikan Indonesia Sebagai Poros Lifestyle Halal Dunia

Sebagai muslim, halal itu is a must. Sayangnya, entah kenapa justru di Indonesia, negara dengan basis muslim terbesar di dunia, halal belum mendapatkan awareness yang tinggi di tengah-tengah masyarakat. Kenapa bisa begitu? Ko seperti paradoks ya.

Tapi kerasa ga siy, kita emang terkadang suka mengabaikan masalah halal, karena kita merasa tinggal di Indo kan, di tanah air sendiri, masa siy kita bisa makan yang haram. Nyobain restauran mi ramen baru di moll, hayuk aja gt tanpa tanya-tanya dulu apa restaurannya sudah mengantungi label halal atau belum. Atau ke supermarket main comot aja mi instan asal korea yang ternyata memang ga ada label halalnya baik label halal yang dikeluarkan MUI atau label halal negara tetangga. Atau lihat berita-berita di TV dan bergidik menyaksikan berita investigasi ada penjual nasi warteg yang menggunakan daging anjing dan darah untuk campuran masakannya. Nah loh

Belum lagi penggunaan kosmetik yang juga harus ditelusuri kehalalannya. Apakah menggunakan bahan-bahan dari binatang yang haram atau tidak. Dan juga fashion. Karena ada beberapa brand yang menggunakan lining pig skin untuk bahan tas atau sepatu. See? Sebelumnya kita ga notice kan.

But, ketidaknotice-an kita ternyata jauh tertinggal dari negara-negara lain yang sudah lebih dahulu menanamkan awarenessnya terhadap isu halal ini. Ini dapat dibuktikan dari beberapa negara yang secara aktif telah menyelenggarakan expo mengenai halal, seperti Spanyol, Korea , Jepang, Thailand, Chile dan lain lain.

Sapta Nirwandar, Chairman Halal Lifestyle Center, juga mengatakan bahwa beberapa negara di dunia termasuk empat negara di atas bahkan memiliki tradisi kalender pameran industri halal setiap tahunnya.

Sementara Indonesia baru akan menyelenggarakan Indonesia Halal Lifestyle Expo & Conference (INHALEC) untuk kali kedua yang sedianya akan diadakan pada tanggal 19-21 Oktober 2017 di Balai Kartini, Jakarta. INHALEC 2017 ini seakan menjawab tantangan atas partisipasi aktif Indonesia dalam persaingan global di sektor industri halal dunia. Juga menjadikan Indonesia sebagai big player dalam produsen industri halal.

P_20171010_160333[1]

Beberapa misi yang ingin diusung oleh penyelenggaraan 2nd INHALEC ini adalah :

  1. Mencoba mengisi kesenjangan di bidang bisnis halal dengan menyelenggarakan serangkaian acara berbentuk expo yang memamerkan produk halal, membahas tren global dan halal business opportunity, juga penampilan seni dan budaya bernuansa religi dikemas dalam kolaborasi musik etnik dan modern. Pastinya bakalan jadi event yang entertaining banget ya.
  2. INHALEC 2017 ini juga ingin meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat terhadap perkembangan industri halal di Indonesia. Sudah tahu belum kalau kutek pun sekarang ada yang halal? Belum tahu kan? Makanya nanti ke INHALEC ya hehhee
  3. Sebagai bentuk inisiatif demi terbentuknya sistem dukungan terhadap komunitas muslim agar dapat dengan mudah mengakses dan mendapatkan pengetahuan tentang produk halal. Juga dapat menjadi pusat aktivitas dan pertukaran informasi bagi komunitas Muslim untuk belajar dan menjalin relasi bisnis dalam produk dan layanan halal.

Yang jelas INHALEC ini sangat memberikan angin segar dan kegairahan tersendiri ya untuk menjadikan Indonesia ikut eksis dalam persaingan global terutama berkaitan dengan industri halal. Dalam Press Conference yang diselenggarakan tanggal 10 Oktober 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya yang dihadiri rekan-rekan media dan blogger, dijabarkan dengan lengkap serangkaian acara dan show yang akan diselenggarakan nantinya.

P_20171010_155724[1]
                                                        Press Conference INHALEC 2017
Dan secara keseluruhan halal expo ini ingin mengangkat 10 sektor yang termasuk dalam halal lifestyle yaitu makanan, pariwisata, fashion, kosmetik, pendidikan, finansial, farmasi, media dan rekreasional, layanan kesehatan dan kebugaran serta seni budaya.

Diharapkan ke sepuluh sektor tersebut dapat di realisasikan secara nyata melalui hadirnya program-program sebagai berikut :

1. Conference

Pada hari pertama, tanggal 19 Oktober 2017 , acara akan dibuka dengan Conference yang megusung tema ” Halal Industry, Cultural and Technology” , yang akan dihadiri oleh 250 orang peserta dari dalam dan luar negeri. Konferensi akan dibuka oleh Menteri PPN dan Kepala BAPPENAS/Sekjen KNKS, Bapak Bambang Brodjonegoro. Pembicara atau pakar yang akan diundang adalah Dr. Ahmad Al-Dubayan (Director General of the Islamic Cultural Centre in London), Prof. Dr. Winai Dahlan (Founder and Director of the Halal Science Center of Thailand), Dr. Kim Jin Woo (Director of International Business Affairs of KIHI-Korea), Rafiuddin Shikoh (CEO Dinar Standard), Muliaman D Hadad (Ketua Umum MES), Hermawan Kartajaya (CEO dan Founder MarkPlus Inc.), Elidawati (Founder of El-Corp), Nurhayati Subakat (Founder of Wardah Cosmetics), Dr. Masyhudi (Presdir RS Sultan Agung Semarang) dan Mala Widiyanto (CEO Labbaik).

Sederetan nama-nama di atas membuktikan bahwa Conference nanti bukan main-main dan patut menjadi ajang saling tukar menukar informasi dan wawasan yang tentunya sangat dibutuhkan bagi pengembangan industri halal di Indonesia.

Investasi untuk Conference ini adalah untuk mahasiswa sebesar 250K dan profesional sebesar 600K. Sebuah angka yang worthy ya untuk mendapatkan ilmu-ilmu dari toplist narasumber di atas yang merupakan pakar di bidanganya masing-masing.

2. Konser Musik Religi Etnik Modern

Pada hari pertama juga akan tampil persembahan dari Dwiki Dharmawan Orchestra dengan artis-artis pendukung seperti Intan Sukoco, Fryda Lucyana, penampilan seni tari dari TK Ar Rahman Motik serta grup band Dimensi dari Gontor. Yang menjadikan konser musik nanti akan jadi menarik adalah bagaimana khazanah muslim menyadari bahwa musik religi tidak melulu bernapaskan seni gambus atau tradisional tetapi juga dapat dikemas dengan lebih modern, serta dipadukan dengan unsur musik etnik.

Frida Lucyana bahkan dengan lugas mengatakan bahwa persembahan konser musik nanti akan berlangsung “Grande”. Serta dapat mengangkat image lifestyle halal menjadi lebih kekinian sehingga digandrungi juga dengan generasi yang lebih muda.

3. Pemutaran Film Religi “IGRO”

Film religi yang dibintangi oleh Mike Lucock, Neno Warisman, Adhitya Putri dan Cok Simbara ini sedianya akan diputar pada hari kedua perhelatan INHALEC 2017. Jadi pastikan kamu tidak akan melewatinya ya. Karena setelah pemutaran film tersebut akan dilanjutkan dengan talkshow mengenai industri film Indonesia yang melibatkan narasumber Christine Hakim, Budiyati Abyoga (Producer). HB Naveen (Producer) dan Larry Wijaya (Cinema Kota). Acaranya sendiri akan digelar di Mawar Room, Pukul 14.00 WIB.

4. Fashion Show Busana Muslim

Yang akan diselenggarakan setiap harinya selama expo berlangsung. Wow. Desainer-desainer muda muslim berbakat, baik dari industri online maupun offline akan memamerkan serangkaian produk terbaiknya. Sebut saja nama-nama terkenal seperti Dian Pelangi, El Zatta-Dauky, Risty Tagor dan lainnya akan menyemarakkan suasana Expo nanti.

5. Exhibitors dan 150 Booth

Kurang lebih 150 exhibitors dari dalam dan luar negeri (Spanyol, Malaysia, Thailand, Korea, Jepang0 akan turut ambil bagian dalam showcase produk-produk industri halal nanti.

So, sudah kebayangkan gimana luar biasanya event Halal Expo nanti. Diharapkan penyelenggaraan International Halal Lifestyle Expo and Conference untuk kedua kalinya ini dapat menumbuhkan semangat di diri kita kalau kita bisa berbuat lebih untuk negara ini, khususnya dari segi Halal Lifestyle. Dan membuktikan bahwa Indonesia bisa eksis dan ikut ambil bagian dalam industri halal global.

Yuk, ke INHALEC 2017.

 

 

2 thoughts on “INHALEC 2017 : Jadikan Indonesia Sebagai Poros Lifestyle Halal Dunia

  1. Mungkin karena menganggap Indonesia ini layaknya rumah bagi umat muslim sih mbak… Makanya kita langaung aja gitu menganggap kalau semua yang ada di Indonesia ini udah pasti halal… Padahal kan belum tentu ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *