Hidup Untuk Nge-Blog atau Nge-Blog Untuk Hidup?

Posted on

Selain untuk memberikan perasaan “nyaman” bagi visitor, blogpost yang tak hanya melulu berisi tulisan akan lebih menarik perhatian. Dan itu bagus untuk mendongkrak page view blog-mu. Blogging butuh networking. Yes, blogging tidak akan berjalan tanpa ada kenarsisan sedikit di dalamnya.

Hehe. Kamu perlu show off, tidak hanya sembunyi di balik kata-kata indah, ikutilah berbagai macam workshop, talkshow atau event dan hidupkan sosial mediamu. Blogwalkinglah ke blog-blog lainnya dan tinggalkan jejak dengan meninggalkan komentar.

Tips-tips ini mungkin terdengar sepele, tapi yakinlah dengan konsistensi blog kamu akan mendapatkan apresiasi yang tinggi. Baik itu dari reader maupun company-company affiliate yang akan menawarkan pekerjaan-pekerjaan dengan berbagai macam bentuk misalnya brand review, buzzer, content writer, copywriter, influencer dan lain sebagainya.

Hidup untuk Ngeblog atau Ngeblog untuk Hidup?

Bila ada yang bertanya hal itu, maka aku dapat pastikan bahwa jawabannya adalah  dua-duanya. Hidup untuk ngeblog adalah keniscayaan terutama untuk kamu yang suka menulis. Dengan ngeblog hari-harimu menjadi terasa nyata, semangat akan terus terpompa dan adrenalin dapat disalurkan.

Hidup untuk ngeblog bagiku adalah kebutuhan. Karena aku butuh meninggalkan catatan dalam aktivitasku, dan aku butuh untuk mengingat kembali apa-apa yang terkadang telah dilupakan.

12 thoughts on “Hidup Untuk Nge-Blog atau Nge-Blog Untuk Hidup?

  1. Keren tulisannya, mengalir…spt sedang membaca reportase sebuah acara/kegiatan (emang bener ya 😉 ).

    Jangan lupa performance sebuah web, itu jg menjadi kenyamanan buat pembaca blog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *