Blog Life

Hidup Untuk Nge-Blog atau Nge-Blog Untuk Hidup?

blog1
pemred Republika (dok.pribadi)

Teh Ani memberikan contoh seorang quiz hunter bernama Sinta, yang sering sekali memenangkan perlombaan/kompetisi dari berbagai macam bentuk ajang yang dia ikuti. Teh Ani menyarankan agar seluruh pengalaman Sinta yang “tak biasa” itu didokumentasikan dalam catatan di blog pribadinya agar banyak yang bisa membaca kisahnya.

Sinta melakukannya dan saat ini dia kerap kali mendapatkan project mengenai experience-nya itu. See? Betapa blogging memberikan impact yang besar kepada diri sendiri dan orang lain.

Menjadi diri sendiri

Blogging itu ibarat bercerita. Mengemukakan opini pribadi danΒ  berinteraksi dengan pembaca. Karena itu menjadi diri sendiri adalah tips nomor satu bagi seorang blogger. Menjadi diri sendiri itu tidak membiarkan diri larut dalam predikat harus terlihat pintar, atau harus berubah menjadi sosok yang lebih wise atau harus terlihat berbeda.

Menjadi diri sendiri itu membiarkan seluruh panca indera turut beserta membangun tulisan yang dapat diterima bagi diri sendiri dulu terutama. Setelah itu barulah dapat diterima oleh orang lain. Teh Ani Berta sangat menekankan blogger menulis dengan jujur dan merefleksikan dirinya sendiri.

Bila kita adalah orang jenaka maka tunjukkan sisi humorisnya, bila kita adalah seorang pemikir maka tuangkanlah dalam tulisan. Sesungguhnya itu adalah hal yang paling mendasar yang harus dimiliki seorang blogger.

14 thoughts on “Hidup Untuk Nge-Blog atau Nge-Blog Untuk Hidup?

  1. Keren tulisannya, mengalir…spt sedang membaca reportase sebuah acara/kegiatan (emang bener ya πŸ˜‰ ).

    Jangan lupa performance sebuah web, itu jg menjadi kenyamanan buat pembaca blog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *