Hidup Untuk Nge-Blog atau Nge-Blog Untuk Hidup?

Posted on

Hal serupa juga diungkapkan Ani Berta, seorang Blogger Profesional dalam event Workshop Blogging : Hobi dan Profesi, yang diselenggarakan pada Hari Minggu (16/7), di Gedung Republika, Jalan Warung Buncit No. 37 Jakarta Selatan. Mengikuti workshop ini seakan-akan memberikan kenikmatan nostalgia sendiri, membawa diri ke pusaran waktu silam saat membenamkan diri ke dalam tumpukan buku-buku di perpustakaan dahulu.

P_20170716_141316[1]
dok. pribadi

Workshop yang mengusung niat penuh mulia ini merupakan event dari Repzone Socmed, selaku komunitas sosial media yang dibentuk oleh Republika untuk membentuk gerakan yang lebih nyata bermanfaat bagi kalangan luas. Sosial media seakan-akan menjadi kekuatan baru dalam menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi semua orang hingga ke pelosok-pelosok yang sukar dijangkau.

Begitu berpengaruhnya sosial media di ketengahkan juga oleh Teh Ani bahwa pemain sosmed dapat lebih berpengaruh daripada media itu sendiri. Khususnya buat mereka yang mendedikasikan diri pada dunia blogging. Bagaimana blogger dapat memposisikan diri sebagai partner media dalam menyampaikan atau mengulik sisi yang lebih dalam dari pemberitaan suatu kejadian atau peristiwa.

Dan blogger bahkan kerap kali diberikan keleluasaan dalam memberikan review yang objektif mengenai berbagai macam hal.

12 thoughts on “Hidup Untuk Nge-Blog atau Nge-Blog Untuk Hidup?

  1. Keren tulisannya, mengalir…spt sedang membaca reportase sebuah acara/kegiatan (emang bener ya ๐Ÿ˜‰ ).

    Jangan lupa performance sebuah web, itu jg menjadi kenyamanan buat pembaca blog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *