Blog Life

Hidup Untuk Nge-Blog atau Nge-Blog Untuk Hidup?

blog

Aku sudah suka menulis sejak kecil. Hobi ini didahului dengan begitu besar minatku dalam membaca. Segala jenis sumber bacaan aku baca, mulai dari tabloid anak-anak, komik, majalah remaja, buku cerita fiksi, buku non fiksi, buku-buku yang banyak beredar di perpustakaan zaman masih SD dulu, koran,…Well, you name it! Dan dari suka banget baca menjadi suka banget menulis.

Membaca dan menulis itu ibarat dua hubungan sebab akibat yang seakan-akan sudah default. Kalo lo hobi baca ya otomatis kesenangan akan menulis akan terwujud dengan sendirinya. Masih ingat waktu aku SD dulu, aku punya buku tulis yang isinya berisikan kumpulan cerpen yang aku tulis sendiri.

Ceritanya beraneka ragam, mengisahkan dongeng jaman dahulu kala, atau kisah anak-anak yang bersahabat, atau kisah-kisah kerajaan. Dan aku juga tak menekuni hobi menulis ini sendiri, melainkan turut membangun “network” kecil-kecilan dengan temanku yang juga sama-sama hobi menulis. Jadilah kami berdua menjadi kontributor tetap buku kumpulan cerita yang kami inisiasi sendiri.

Saat-saat itu menyenangkan, menulis tanpa beban. Tanpa ada keharusan mendongkrak page view atau menargetkan SEO friendly. Menulis dan membiarkan imajinasi mengalir sedemikian derasnya, hingga memberikan kelegaan yang membuncah. Hasil tulisan akan tetap lekang, menciptakan sejarahnya sendiri.

Yess, menulis itu memberikan peluang bagi kita menciptakan sejarah kita sendiri, Mendokumentasikan runut waktu perjalanan hidup kita. Membiarkan segala macam aktivitas menjelma menjadi serangkaian momen yang tertuang dalam kata demi kata.

14 thoughts on “Hidup Untuk Nge-Blog atau Nge-Blog Untuk Hidup?

  1. Keren tulisannya, mengalir…spt sedang membaca reportase sebuah acara/kegiatan (emang bener ya 😉 ).

    Jangan lupa performance sebuah web, itu jg menjadi kenyamanan buat pembaca blog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *