Tak Berkategori

EXPLORE KERINCI : PERKEBUNAN TEH KAYU ARO DAN KELILING DANAU KERINCI [PART 2]

Tak bosan aku memandangi lukisan alam yang terbentang di sepanjang mataku memandang. Bukit-bukit hijau yang mengelilingi danau yang bernuansa romantis, pesawahan yang tersusun rapi, bangau berdiri berderet membentuk barisan putih di tengah hijaunya padi. Gemericik air hujan turun gerimis kecil menampar mukaku dengan lembut. Angin berhembus merasuk hingga ke dalam tubuh. Damai terasa. Indah tidak puas terucap dengan kata. Aku hanya bisa memujanya dalam diam. Meresapinya dalam setiap jiwaku. Dan merasakan jatuh cinta berulang kali sejak pertama aku datang ke sini. Ke Kerinci.

23 Desember 2016, saat membuka mata, dengan sekujur badan rasa remuk redam, dan udara dingin pegunungan menyergap tubuh, tak akan sia-siakan waktu bila tak memandangi pesona alam luar biasa indah di kaki Gunung Kerinci, di perkebunan teh Kayu Aro. Yap, setelah menempuh perjalanan luar biasa ke Danau Kaco, kami melanjutkan perjalanan ke Homestay Family di Lindung Jaya M-10 Kersik Tuo | Kayu Aro. Perjalanan dari desa Lempur ke Kayu Aro sekitar kurang lebih 3 jam. Karena sampai sekitaran dini hari di homestay, aku ga sadar bahwa baru saja menginjakkan kaki di tempat dengan fenomena lukisan alam yang biasanya cuma ada di kartu pos atau kalender-kalender atau gugel images. 

Dan inilah yang aku dan kedua temanku dapati di pagi harinya.

Perkebunan teh kayu aro memproduksi teh hitam yang konon disukai oleh Ratu Elizabeth hehhe, entah bener entah ga. Tapi emang rasanya enak banget siy tehnya, agak agak sepet tapi tipis banget sepetnya, seger banget rasanya. Yang bikin pekebunan teh kayu aro ini beda dengan perkebunan teh lainnya di Pulau Jawa yang sudah ramai dengan wisatawan itu adalah posisinya yang persis di bawah kaki gunung Kerinci yang tegak kokoh menjulang, dan luaaas banget. Kemana mata melihat, semuaanyaa kebun teh. Hahha..ya iyalah, kabarnya memang perkebunan teh ini adalah yang terluas dan tertinggi ke dua setelah Perkebunan Teh Darjeeling yang ada di Himalaya, India.

Setelah puas memandangi kebun teh dan leyeh leyeh di homestay yang posisinya ga sampai 100 m dari kebun teh, sambil makan indomie rebus, ngobrol-ngobrol ngalur ngidul, akhirnya kita melanjutkan perjalanan ke Kec. Keliling Danau untuk melihat KUA (Kantor Urusan Agama) yang baru dibangun. Jadi, pada triwulan ketiga di tahun 2016 Kec. Keliling Danau, Kerinci, Jambi mendapatkan dana bantuan pembangunan KUA dari Kementerian Agama, dikarenakan tanah yang berada di dekat KUA Kec. Keliling Danau amblas dikarenakan tingginya curah hujan di Kabupaten Kerinci. Alhamdulillah, proses pembangunan KUA yang baru sudah hampir mencapai 90% dan sudah memasuki tahap finishing. Animo masyarakat dengan dibangunnya KUA yang baru sangat baik, malah sampai membangun jalan di depan KUA yang baru dengan menggunakan dana desa.

Perjalanan ke KUA Kec. Keliling Danau seperti namanya bener-bener mengelilingi Danau Kerinci yang luaas. Di sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan yang asri dan teduh khas Kerinci. Sigit, my traveling friend, sampai-sampai tak bosan-bosannya berujar “bagus ya, indah banget, rasanya enak kalau tinggal disini”. Hahaha

Akhirnya setelah mengunjungi KUA, kami melanjutkan perjalanan ke Hotel Kerinci di Kota. Sungai Penuh yang beralamat di Jl. Muradi No. 28 Dusun Baru, Sungai Penuh, untuk bermalam disana sebelum melanjutkan perjalanan pulang keesokan harinya ke Jakarta. Kota Sungai Penuh merupakan pemekaran dari Kab. Kerinci dan merupakan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Kami memilih menginap di sini, karena lokasinya yang sudah dekat dengan Bandara Depati Parbo, hanya memakan waktu sekitar 15 menit dengan berkendara mobil. Karena besoknya pukul 09.00 WIB, sudah harus take off dengan Susi Air ke Jambi. Dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta pada pukul 11.05 dengan Garuda Indonesia.

Ah, akhirnya seluruh perjalanan di Kerinci sudah selesai. Rasanya belum puas, karena masih banyak lagi keindahan alam Kerinci yang belum tereksplor, seperti Danau Lingkat, Danau Kecik, Danau Duo dan Danau Nyalo. Dan kemegahan Gunung Kerinci yang mengundang hasrat untuk mendakinya. Hehehe. Doakan ya, mudah-mudahan ada kesempatan untuk ke Kerinci lagi, dan bisa mengajak Mika, Miko dan Pipimus untuk ikut serta. Amiiinn..

Sumber: www.kenali.co


http://kenali.co/berita-5852-5-danau-di-lempur-kerinci-tarik-minat-wisatawan.html#ixzz4UgGzT82o

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *