Event, Miko dan Mikha, Mimi, Review

Dongeng, Terapi Komunikasi Terbaik Antara Orangtua dan Si Buah Hati

Miko adalah anak yang sangat sensitif. Dia mampu mengetahui atau merasakan hal-hal yang aku sendiri sangat berusaha untuk menyembunyikannya atau tidak memperlihatkannya di depan dia. Dia seperti bisa menyelami perasaan seseorang dan memahami kondisi at the current state in the family. Bukan hanya kepada aku sebagai ibunya tapi juga seluruh anggota keluarga seperti Oma, Opa, Uncle (adek cowokku), onti (adek cewekku). Hal-hal yang bahkan menjadi rahasia keluarga entah kenapa dia mampu mengetahuinya.

Akan tetapi kesensitifannya tidak diimbangi dengan tingkat emosional yang yang baik. Wajar siy dia masih anak-anak, orang dewasa saja masih sangat kesulitan menata managemen emosinya. Alhasil bila hatinya merasa terganggu, kadang emosinya memuncak dan akibatnya jadi diluapkan secara berlebihan. Misalnya ketika dia mau keluar main dan ga dibolehin sama Oma dengan alasan minta izin dulu sama Mimi dan Pipi, dia langsung histeris dan mengamuk dan teriak-teriak “Mimi ga bisa, Pipi pulang malam terusss”. Dan dia juga sering menyalahkan orang lain terutama Mimi dan Pipi nya karena ga bisa menemani dia sepanjang waktu. Hiks, sedih siy rasanya.

Akhirnya aku dihadapkan pada kesimpulan, Miko cenderung menekan perasaannya hingga pada level yang dia sudah ga sanggup lagi dan akhirnya meledak.

Aku terus berusaha mencari jalan komunikasi yang terbaik untuk menjembatani hubunganku dengan Miko. Kebetulan Miko sangat suka bercerita. Tentang apa aja. Dia kerap kali menceritakan hal hal yang absurd, seperti mau beternak kecoa, ketemu nenek keramas, main sama doraemon dan lain lain. Dia juga suka sekali baca komik. Dan sering sekali mempraktekkan  role play, berperan seperti Boboi Boy atau Upin Ipin. Miko memiliki daya imaginasi yang kuat dan terkadang sedikit liar. Karena dia sering minta aku bercerita dengan ekspresif, maka aku mencoba berdongeng.

Kenapa Dongeng?

Najeela Shihab, pendidik dan pendiri Yayasan Rangkul Keluarga Kita, pada Jumpa Pers “#CeritaAjaib dalam FDII2017″ yang diselenggarakan pada hari Jumat, 27 Oktober 2017
di Ambassador Lounge Lt. Mezzanine  Hotel Aryaduta Jakarta, berujar bahwa dongeng dapat diterima sebagai media yang menarik minat anak, yang dapat mengajarkan begitu banyak hal seperti memperbanyak kosakata, menumbuhkan imajinasi  serta dapat dilakukan oleh semua lapisan umur.

Najeela Shihab juga mengatakan bahwa ” Dengan kesempatan berimajinasi, anak terus menumbuhkan kemerdekaan belajarnya. Kemampuan ini mengembangkan kreativitas anak dan mendorongnya untuk belajar efektif dan menjadi cerdas di masa depan”.

Karena atas dasar itulah, aku bersemangat sekali mau membawa Miko dan tentu saja Mikha ke event FDII 2017 atau Festival Dongeng International Indonesia 2017 yang akan digelar pada tanggal 4-5 November 2017 di Perpustakaan Nasional RI Jl. Medan Merdeka Selatan No 11 Jakarta.

Pada jumpa pers, dijelaskan bahwa Festival Dongeng International Indonesia 2017 nanti akan mengangkat tema #CeritaAjaib. Ariyo Zidni, selaku Direktur Festival Dongeng International Indonesia 2017 dan juga pendiri Ayo Dongeng Indonesia (AyoDi) berujar ” Dari cerita-cerita ajaib, kami berharap anak-anak Indonesia akan mampu berimajinasi seluas-luasnya dan mengembangkan kreativitasnya. Dan disinilah peran orangtua dan guru untuk menunjukkan keajaiban sebuah cerita kepada anak-anaknya”.

Event FDII 2017 nanti akan melibatkan banyak sekali pendongeng dari mancanegara, diantaranya adalah Kiran Shah (Singapura), Seung Ah Kim (Korea Selatan), Craig Jenkins (Inggris), Tanya Batt (Selandia Baru), dan Uncle Fat (Taiwan). Dari Indonesia, akan tampil Rona Mentari dan Ariyo Zidni.

Selain pendongeng akan ada penampilan dari kelompok teater boneka terkenal dari Yogyakarta yaitu Papermoon Puppet Theater. Selain itu ada penampilan perdana dari Belalang Kupu-Kupu yang merupakan kelompok teater boneka yang terdiri dari para relawan pendongeng dari AyoDi. Juga yang ga kalah asyiknya akan ada persembahan dongeng dari Penyanyi Andien di tengah-tengah festival nanti.

Penerbit Noura juga turut akan mengambil bagian dengan merilis buku kumpulan dongeng berjudulkan Cerita Ajaib yang merupakan kompilasi dari cerita-cerita dongeng yang ditulis oleh relawan AyoDi. Peluncuran buku tersebut semakin menunjukkan eksistensi AyoDi sebagai komunitas sosial yang memiliki komitmen pada kampanye kegiatan mendongeng bagi anak di Indonesia untuk keceriaan, inspirasi , motivasi dan pengembangan imajinasi anak Indonesia.

Had I mention that Miko love to create magical stories with her kind of way?

Karena itu Miko harus ke acara FDII 2017 #CeritaAjaib nanti. Karena aku ingin dia mengalami pengalaman ajaib yang tidak terlupakan, mengeksplorasi bakat dan minatnya dan bahagia bersama-sama anak-anak lainnya. Event FDII 2017 ini juga akan menjadi aktivitas yang lebih menyenangkan dan fun untuk mengisi hari pekan bersama keluarga, daripada hanya sekedar ke mall atau bermain gadget.

Kalian juga yah rame-rame datang ke sana. Kita belajar mendongeng, dan mendengarkan dongeng bersama.

Aku punya contekan jadwal acaranya di bawah ini. Sampai ketemu disana ya.

 

 

 

6 thoughts on “Dongeng, Terapi Komunikasi Terbaik Antara Orangtua dan Si Buah Hati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *