P_20170821_090510

Digital Marketing : Ketika Satu Klik Saja Menjadi Berarti

Posted on

Bahkan marketer terkemuka, Bapak Hermawan Kertajaya menekankan betapa kuatnya pasar offline dalam mendukung pasar online agar tetap berjalan dan tidak mudah goyah. Beliau memberikan contoh ada tiga macam paradox di dunia marketing saat ini. Yaitu bagaimana online tetap harus diimbangi dengan offline, bagaimana style/gaya harus berimbang dengan substansi yang dimiliki, dan bagaimana mesin tidak dapat menggantikan peran manusia/human dan begitu juga sebaliknya.

Paradoks tersebut merupakan keniscayaan di dalam dunia marketing dewasa ini. Karena sudah banyak contoh usaha yang bergerak di bidang online terlebih dahulu tanpa memiliki usaha secara offline, akhirnya tidak bertahan lama. Begitu juga dengan usaha offline yang tidak cepat tanggap melakukan marketing secara digital, akhirnya harus menutup usahanya.

Sementara itu, Bapak Tanto Surioto, ahli IT dan marketing, berujar bahwa ada dua tantangan ( challenges) dalam digital marketing saat ini yaitu Ads (iklan) kerap di identifikasi sebagai SPAM serta kecenderungan masyarakat dewasa ini yang ketika ingin membeli sesuatu tinggal  cari tahu di gugel tanya melihat iklan terlebih dahulu.

Iklan yang hard selling, terlalu blak blakan dan to the point sangat annoying dan dianggap tidak “sopan”. Banyak dari calon buyer justru sangat tidak suka menonton iklan. Bahkan orang Indonesia terkenal sangat “pelit” mengklik iklan di website atau sosial media. Apabila ada brand atau barang yang mereka inginkan, mereka lebih memilih untuk mencarinya by searching, agar tidak terkesan seakan-akan dijadikan target market dan lebih bebas menentukan pilihan.

Peran Pemerintah dalam Digital Marketing

Pemerintah pun akhirnya menyasarkan targetnya untuk membangun empire bisnis berdasarkan digital ekonomi karena selain mengedepankan inovasi dan kreativitas, capital yang digunakan juga tidak terlalu besar.

10 thoughts on “Digital Marketing : Ketika Satu Klik Saja Menjadi Berarti

  1. Zaman serba canggih teknologi seperti sekarang, ternyata faktor manusia tetap jadi yang utama ya. Apalagi robot itu memang ga bisa melayani konsumen seperti layaknya manusia. Ada art of selling yang mesti dipelajari biar jualan barang dan jasanya laku di pasaran 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *