Healthy Life

Bergerak Bersama Berantas Peredaran Obat Ilegal

Beberapa waktu belakangan ini aku agak agak concern sekaligus khawatir ya sama berita-berita yang beredar, terutama berkaitan dengan penggunaan dan peredaraan obat-obatan terlarang dan ilegal. Seperti kasus pemakaian pil PCC (paracetamol, caffein, dan carisoprodol) di Kendari, Sulawesi Tenggara yang menewaskan tiga orang dan 71 orang overdosis pada 13 September 2017. Yang mengejutkan adalah penggunanya yang mayoritas adalah pelajar berusia sekitar 15-22 tahun. Waktu jatuhnya korban yang bersamaan menjadikan kecenderungan adanya kesengajaan dari pihak pihak tertentu untuk menjerat korban menjadi pemakai obat-obatan terlarang tersebut.

Belum lagi munculnya video video viral di sosmed mengenai narkoba jenis baru bernama Flakka yang menyebabkan penggunanya dapat bertingkah layaknya zombie. Flakka memiliki zat aktif dan senyawa kimia yang dapat merangsang penggunanya mengalami efek ilusi yang akut. Beberapa media yang aku ikuti sudah mengabarkan bahwa Flakka sudah masuk Indonesia. Ditengah lemahnya payung pengawasan terhadap obat-obatan seperti ini di tengah masyarakat, wajar dunk kalau aku jadi khawatir banget, apalagi pengedar obat-obatan terlarang seringkali menjadikan generasi muda sebagai target sasaran mereka. Duh jadi pengen meluk Miko sama Mikha.

Di tengah-tengah situasi banyaknya kasus seperti ini, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengambil tindakan tegas dengan mencanangkan Gerakan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat serta mengajak masyarakat turut serta untuk membantu menyerukan untuk berjuang bersama menyelamatkan generasi muda dari peredaran obat terlarang dan penyalahgunaan obat.

Menangkap titik momen kumpulnya masyarakat di arena Car Free Day di Bundaran HI, pada tanggal 22 Oktober 2017, BPOM turut mengajak lintas sektoral dalam hal ini BNN (Badan Narkotika Nasional), IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) dan KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) untuk bersama-sama menyatukan tekad dan komitmen dalam pemberantasan obat ilegal.

Tindakan BPOM ini menurutku sudah sangat tepat untuk meredam keresahan yang terjadi di masyarakat akhir-akhir ini. Dan masyarakat juga perlu mengawal dengan cermat agar program aksi nasional ini dapat sukses dan tercapai tujuan dan maksudnya.

Selain itu apa aja siy yang kita bisa lakukan?

Berikut ini adalah sebagian kecil yang coba aku lakukan untuk membantu program aksi nasional yang digalakkan BPOM :

Tidak membeli obat melalui online

Aku memilih membeli obat di apotek terpercaya dan sudah jadi jaminan obat-obatan yang dijual di situ terjamin keoriginalannya. Emang sekarang apa-apa lebih ringkes buat belanja online ya tapi untuk urusan obat-obatan ngga dulu lah. Ini untuk mengantisipasi aja agar obat-obatan yang kita beli tuh sudah tercatat di BPOM.

Lebih waspada

Aku lebih waspada memperhatikan kondisi dan situasi di lingkungan sekolah anak-anakku. Miko saat ini sekolah di SD Negeri Kelas 2 dan Mikha di TK A. Kebetulan lokasi sekolahnya tidak jauh dari rumah, jadi mengawasinya juga bisa lebih mudah. Selain itu juga komunikasi dengan wali murid dan kepala sekolah harus ditingkatkan lagi kalau ada hal hal yang mencurigakan seperti membagi-bagikan permen gratis dan lain lain.

Aku juga mewanti wanti Miko dan Mikha untuk tidak menerima pemberian apapun dari orang yang tidak dikenal. Juga membekali mereka dengan bekal makanan dan minuman dari rumah agar tidak kelaparan kalau di sekolah sehingga tidak tergiur dengan tawaran orang lain.

Membeli obat-obatan dengan resep dokter

Kadang suka ngerasa sok tahu siy, ngerasa ngeluh apa dikit, ngegugel eh terus beli obat di aoptek tanpa resep dokter. Kalau sekarang aku ga mau lagi siy, karena informasi yang diterima di internet kadang suka tidak lengkap dan terpotong-potong, sehingga bisa saja kita membeli obat yang salah dan bahkan mungkin terlarang. Atau kalau ada teman yang merekomendasikan membeli obat iniĀ  dan itu sebaiknya ga usah ya. Sudah cukup aman langsung aja ke dokter dan membeli obatnya sesuai dengan yang ada di resep.

Bekali diri dengan mencari info yang sebanyak-banyaknya

Di CFD kemaren, aku banyak banget dapat info baru, karena BPOM berbaik hati menyediakan laboratorium keliling yang bisa digunakan kalau kalau ada yang mau menguji coba obat yang dia punya ilegal atau ngga, asli atau ngga. Dan ternyata buat kita yang ga tau samsek tentang farmasi dan lain lain, akan gampang banget dibohongin oleh pihak pihak yang ga bertanggung jawab. Maka dari itu ada baiknya juga kok kita membekali diri dengan mengetahui sedikit mengenai obat-obatan, minimal kita tahu jenis-jenis obat mana yang tidak mendapatkan izin dari BPOM, atau jenis-jenis obat lainnya yang bisa digolongkan ke dalam NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya)

Semoga aksi nasional ini dapat berjalan dengan maksimal ya. Apalagi BPOM turut menggandeng Kepolisian RI dan BNN, sehingga kerjasama lintas sektoral ini turut mengkukuhkan pergerakan aksi nasional nanti. Pada acara CFD tanggal 22 Oktober 2017 BPOM menyatakan perang dengan NAPZA ditandai dengan dibunyikannya rampak gendang bersama dan menyilangkan tangan membentuk huruf X bersama sebagai tanda komitmen dmulainya genderang perang terhadap penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Masalah tidak akan berubah bila tidak kita sendiri yang memperbaikinya. Yuk kita tolak penyalahgunaan obat-obatan dan peredaran obat-obat terlarang.

Mari kita bergerak bersama !

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia (info : BPOM)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *