Tak Berkategori

Berdamai Dengan Diri Sendiri

happy3Pernah ga merasa dada terlalu sesak dengan berbagai macam beban yang menggelayut. Atau hati terasa hampa dan kosong malah di tengah-tengah “rush hour”. Atau semangat yang drop jatuh bebas bagaikan naik bungee jumping dari atas tebing. Saat-saat dimana kita membutuhkan sandaran dan seseorang untuk berbagi, tapi sayangnya tidak bisa kita temukan sosoknya di diri sesiapa saja. Atau saat-saat kita hanya butuh duduk terdiam menatapi langit senja, meresapi setiap udara yang menyentuh permukaan tubuh, merasakan dinginnya angin yang membelai setiap senti rambut kita. Apabila merenung dan terdiam membutuhkan waktu lama, maka tak dinyana waktu bisa saja berhenti kapan saja. Dan seketika semuanya stop, tidak bisa diulur, stuck in the moment.

Aku kadang merasa selalu memerangi hati nurani sendiri. Ketika ada yang no, tapi kita tahu kalau seharusnya yes. Atau mengiyakan sesuatu yang jelas sekali salah. Mengizinkan pori-pori kemunafikan melebarkan diri. Berat ya..Tapi memang, tidak ada yang ringan adanya di muka bumi ini. Selalu ada sebab dan akibat. Selalu ada balasan atas segala apa yang kita tuai. Ketika masa-masa itu datang, bukannya selalu konstan menetap di diri, selalu ada jalan untuk berbenah diri. Entah itu menunggu nanti atau tidak ingin menanti lagi.

Kira-kira maksudnya apa ya?

Gini deh, ga bisa dinafikan bahwa kita adalah sendiri di dunia ini. Meski kita punya keluarga. Punya suami. Punya anak. Punya orangtua. Tapi pada akhirnya kita dtakdirkan sendiri. Kita yang berjuang sendiri, memanage diri dan kebahagiaan kita sendiri. Mendorong diri kita sendiri menuju level tertinggi yang kita mampu. Bantuan itu ada, dan kita tetap butuh itu. Tapi hanya kita sendiri yang punya otoritas tinggi untuk memutuskan sesuatu akan di bawa kemana hidup kita.

Untuk itu, nalar dan pikiran jernih tetap perlu. Sedih dan kegalauan harusnya tidak dibiarkan menetap. Monopoli hati kita dengan kekuatan yang hanya kita sendiri yang tahu batasnya. Terus bergerak. Karena kalau diam semuanya akan stuck. Kalau stuck, pikiran-pikiran liar akan mudah merasuk. Terus berkarya. For your own good. Karena kreasi mengalahkan kesempitan hati dan menuntut pergerakan lebih. Karena terus bergerak, daya yang dihasilkan akan lebih tinggi. Kesempatan untuk meraih sesuatu lebih lebar. Dan setelah itu apa-apa yang tertinggal di belakang akan perlahan mulai terkikis dari ingatan. Meski ada satu dua yang memilih tetap tinggal. Untuk yang itu, tidak usah diapa apakan lagi. Karena percuma. Biarkan tetap ada dan jadikan pewarna di dunia kecil kita.

The last one, jangan remehkan kekuatan berbicara dengan mereka yang satu pemikiran dan satu visi dan satu kesukaan denganmu. Dan tertawalah, bahagiakan diri dengan menertawakan diri sendiri dan hal hal kecil yang remeh temeh. That’s all.

happy2

12 thoughts on “Berdamai Dengan Diri Sendiri

  1. OMG, this is what I’m thinking of, Mbak. Aku akhir-akhir ini berpikir mendalam soal berdamai dengan diri sendiri karena pada akhirnya, betul, kita berjuang sendiri dalam hidup ini.

    “Jangan remehkan kekuatan berbicara dengan mereka yang satu pemikiran dan satu visi dan satu kesukaan denganmu.” Sangat setuju.

    Semangat ya, Mbak 🙂

    1. thanks mbaa for stopping by…

      iya ya jujur akhir2 ini lagi banyak kegalauan di hati

      iya iya hrs tetap semangat dan keep on moving ya mba..

      semangat untuk dirimu jugaa mba 🙂

    1. hai mbaa..salam kenal jugaaa..

      thank u mba sudah mau mampir ke blogku..

      iya bener..aku rasa hampir semuanya sering ngerasa butuh perenungan ke diri sendiri..yang pasti kita harus selalu tetap optimis dan bergerak hehhe..teteuupp..

  2. Kebahagiaan itu harus diusahakan, ngga bisa didapat secara langsung… ketika butuh sendiri, ijin suami & anak.. nikmati waktu sendiri biar recharge, biasanya setelah ngerasain sendiri, aku suka langsung ngerasa butuh anak, suami dan keluarga besar 😀

    1. iya mih bener..reminderr banget niy buat aku..

      btw, aku ga bisa buka web nya mamih di kantor..web page blocked hiks hiks..

      padahal mau baca cerita road trip kmrn …

  3. yess setuju mba Shinta. Membiarkan diri larut dan terhempas lama pada akhirnya rugi sendiri juga. Kalau saya milih habiskan setuntas2nya dan beri batasan. Setelah itu stop. Show must be go on. dan bener harus tahu kapan kita harus memonopoli hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *