AVENT dan Perannya Terhadap Pemberian Nutrisi Anak Secara Optimal

Posted on

Kadang suka lelah ya dengan “perang” yang suka berseliweran di timeline fb atau twitter. Terutama buat ibu-ibu, selain harus berjibaku dengan biaya pemakaian listrik yang semakin melejit atau persaingan seribu-dua ribu perak (which is ini penting banget..helloow) antara berbagai macam franchise minimarket di luaran sana. Juga harus “diganggu” dengan pertempuran di dunia maya. Arena perkelahian yang sesungguhnya. Bahkan terkadang lebih ganas daripada tingkat persaingan memperebutkan tempat duduk di gerbong wanita di commuter line.

Ketika menikah dan akhirnya memiliki anak, aku akhirnya menyadari bahwa “the real battle is out there”.  Yess, menjadi ibu itu never been easy. Dan harus di tambah dengan provokasi, berita hoax, mitos-mitos yang kerap kali bertabrakan tak tentu arahnya.

Bayangin aja beberapa realitas yang harus dihadapi ibu-ibu dewasa ini :

Ketika melahirkan secara caesarian, kita harus dihadapkan pada kenyataan bahwa di luar sana, even gurat sepanjang 10 cm di bawah perut tidak akan menjamin bahwa kamu sudah jadi seorang ibu.

Atau ketika menyusui bukanlah hal yang mudah, belum lagi support system di keluarga terdekat yang kurang, sehingga menggunakan susu formula tak dapat lagi terelakkan. Dan bukan pujian yang didapat karena telah berusaha memberikan ASI sebagai nutrisi terbaik bagi anak, setitik sufor telah menjadi dosa seumur hidup.

Setelah periode memberikan makan kepada anak akan dimulai, berjingkat-jingkat di rak supermarket mengambil biskuit Farley, berujung penyesalan yang luar biasa. Diakhiri dengan tetesan air mata karena harus meninggalkan anak keluar kota dengan granny-nya instead of “nanny”.

Dan ketika muncul artikel dengan headline “Ketika Nenek Harus Mengasuh Anak dari Anaknya bla bla bla” , membacanya di bus damri menuju bandara, and finally mewek sejadi-jadinya.

Maka pada saat itu, seketika bayangan teori statistika I dan II di bangku perkuliahan menjadi terasa lebih mudah.

Dan pada titik kulminasi itu, seketika merasa sangat LELAH.

Tapi hidup tetap berjalan kan. Dan harus berjalan.

Anak-anak tetap harus mendapatkan nutrisi terbaik. Harus tetap mendapatkan arahan dan pendidikan yang baik. Drama korea tetap bermunculan meskipun Lee Min Ho memutuskan wajib militer. Out of Topic hehhe.

Dan apa lagi yang diharapkan para ibu-ibu kalau bukan kemudahan di berbagai lini. Khususnya yang kerap ditawarkan oleh perkembangan teknologi akhir-akhir ini. Terutama terkait masalah pemberian ASI dan makanan yang sehat dan baik untuk anak-anak kita.

Dan ketika Dr. dr. Damayanti R Sjarif Sp.A(K), dokter spesialis anaksub-spesialisasi  nutrisi dan penyakit metabolik, mengatakan,“Kualitas kesehatan manusia jangka pendek dan jangka panjang akan ditentukan oleh asupan nutrisi selama periode emas, 270 hari pralahir yaitu masa janin dan 720 hari pasca lahir (masa bayi dan dibawah dua tahun). Masa krusial ini jangan sampai terabaikan oleh para orangtua untuk memberikan nutrisi yang benar sesuai kebutuhan anak.”

Suddenly i talk to myself. Okey Lets be serious here.

1000 hari pertama adalah masa yang sangat menentukan bagi bayi. Pada masa-masa itu lah yang akan menentukan tingkat kecerdasan si anak untuk kedepannya. Untuk itu supply nutrisi dan makanan bergizi sudah harus dilakukan bukan pada saat bayi mulai makan, tapi ketika ibu sudah mengandung janin hingga dilahirkan dan akhirnya bayi mendapatkan makanan pendamping ASI.

Mengingat ini, jadi flashback ke masa-masa aku mulai hamil  Miko dan Mikha. Hingga pada saat aku melahirkan mereka, menyusui mereka, pumping ASI di sela-sela aktivitas kerja, memberikan ASIP kepada mereka, mencoba memberikan makanan pendamping ASI yang higienis dan aman untuk mereka, dan lain lainnya hingga sekarang Miko sudah kelas 2 SD dan Mikha sudah masuk Tk A.

Dan apakah saat-saat itu mudah?

Jelas tidak!!

Data dari BPS tahun 2016 menyebutkan jumlah pekerja wanita hampir setara dengan pekerja pria yaitu sebesar 40% dari seluruh angkatan kerja.

Dan aku termasuk dari salah satu ibu pekerja di atas. Turut menyumbang kontribusi persentase sebesar tersebut di atas.

Pertanyaan yang paling mendasar bagi working mom ketika memiliki baby adalah

Apakah kita mampu memberikan ASI untuk baby kita selama 2 tahun?

Dan apakah kita juga mampu memberikan makanan homemade yang bernutrisi untuk si buah hati?

So, di sela-sela harus berurusan dengan schedule perjalanan dinas ke luar kota atau pun menghadiri seminar di dalam kota, plus beberapa pop up accidently events and so on, di tambah harus menghadapi beberapa hal internal yang sometimes makes my world gone crazy. Aku berusaha untuk tetap calm down dan berusaha focus.

Cari informasi sebanyak-banyaknya

Di era digital saat ini, informasi terasa begitu “murah”. Bahkan berseliweran dimana-mana. Ada baiknya ada buruknya. Setiap informasi yang kita terima harus di saring terlebih dahulu. Lebih baik mencari informasi dari sumber yang terpercaya. Salah satunya bisa dengan mengikuti talkshow atau seminar mengenai ibu dan anak. Seperti yang diadakan Avent Phillips untuk memperingati Hari Anak Nasional dengan mengadakan acara talk show bertema “Solusi untuk Menjawab Kebutuhan Nutrisi Anak.” Acara yang diadakan pada tanggal 31 Juli 2017 bertempat di Thamrin Nine, Jakarta ini bertujuan memberikan dukungan kepada para orangtua untuk memahami nutrisi apa yang dibutuhkan anak dalam masa tumbuh kembang atau periode emas.

Foto 01
Talkshow Solusi Untuk Menjawab Kebutuhan Nutrisi Anak

Dr. dr. Damayanti R Sjarif Sp.A(K), sebagai dokter spesialis anaksub-spesialisasi  nutrisi dan penyakit metabolik hadir sebagai narasumber dan sukses memberikan pencerahan-pencerahan terkait nutrisi anak bagi seluruh peserta yang hadir mengikuti talkshow tersebut.

Salah satunya Dr. dr. Damayanti R Sjarif menjelaskan bagaiman kebutuhan harian zat besi bagi bayi berusia 6-12 bulan tidak cukup didapatkan melalui ASI. Sehingga harus dipenuhi dengan MPASI dari berbagai bahan makanan. Sumber zat besi  dapat diperoleh dari daging merah, hati ayam, ikan, sayuran berwarna hijau, dan kacang-kacangan. Namun, sayur dan kacang-kacangan mengandung serat yang dapat menghambat saluran cerna, sehingga dua jenis makanan tersebut sebaiknya diberikan dengan jumlah kecil, dikombinasikan dengan sumber vitamin C, seperti jeruk dan tomat yang akan meningkatkan penyerapan zat besi. Kombinasi makanan tersebut dapat ditemukan dalam makanan keluarga Indonesia, misalnya gulai daun singkong yang ditumbuk, dicampur ikan teri dan dibubuhi air jeruk atau tomat.

Memberikan MPASI berupa nasi uduk, gulai daun singkong dan ati ayam kepada bayi? Kenapa tidak!

Toh asal teksturnya lembut untuk diberikan pada bayi tidak ada masalah. Rasanya yang enak justru akan membuat bayi menjadi lahap dan problem GTM (Gerakan Tutup Mulut) yang kerap di khawatirkan bagi para ibu akan terpecahkan.

Percayakan pada ahlinya 

Dalam memberikan ASI, bagi working mom, peralatan tempur berupa pompa ASI yang mumpuni is a must. Sudah default dan wajib. Dan anehnya memilih pompa ASI yang cocok dan nyaman untuk ibu-ibu itu bahkan lebih rumit daripada pas zaman kuliah milih gebetan anak basket atau anak pecinta alam. Atau milih semangka yang dalemnya merah tanpa biji. Seriously. Bisa tricky banget gitu. Nih ya ada pompa asi yang malah bikin puting lecet. Ada yang udah enak banget sedotannya eh harganya yang ga masuk budget. Eaaa…

Well, di tengah hiruk pikuk pemburuan pompa ASI yang cucok marucok, akhirnya pilihanku jatuh pada the one and only AVENT Breastpump Natural Manual….Yeaayyy..keprok..keprok… Yang membuat aku jatuh hati adalah sedotannya yang lembut dan cushionnya yang soft banget. Selain itu sparepartnya ga ribet, mudah banget dipasang dan digunakan. Modelnya ergonomis dan compact banget. Buat aku yang sering bepergian dinas keluar kota atau dalam kota dengan kondisi yang tidak selalu ada tempat untuk memerah ASI yang nyaman (catet : yang ada colokan listriknya) , Avent Breastpump Natural Manual ini udah paling ideal banget.

avent asi
Avent Natural Manual

Menurut aku Avent Breastpump Natural Manual ini patut menjadi yang terbaik di arena kawah candradimuka pompa asi manual. Dan bener aja karena di web JD.id (e commerce dimana kamu bisa mendapatkan produk AVENT dengan mudah)produk ini mendapatkan skor 4.9 out of 5 stars. Luar biasa banget kan.

Untuk perangkat MPASI nya aku naksir banget sama Philips AVENT Steamer dan Blender yaitu AVENT 4-In-1 Healthy Steam Meal Maker, because making baby meal is never been this easy!! Bayangin aja hanya dengan satu perangkat aja semua proses pembuatan MPASI yang terkadang bikin peluh menetes dan emosi memuncak karena saking banyaknya printilan yang harus dicuci, semua dapat teratasi.

avent 4
Avent 4-in-1 Healthy Baby Food Maker

Philips  AVENT 4-In-1 Healthy Steam Meal Maker memiliki 4 macam fungsi sekaligus yaitu  kukus, blender, defrost dan reheat sehingga pembuatan MPASI menjadi praktis dan mudahBahan-bahan makanan bayi yang segar dapat dikukus terlebih dahulu dengan tingkat kematangan yang merata tanpa harus dididihkan terlebih dahulu. Setelah selesai, angkat dan putar posisi wadah 180 derajat dari atas ke bawah untuk melumatkan bahan-bahan makanan yang dikukus agar menjadi lembut dan mudah dikonsumsi bayi.

Menurut aku Philips AVENT 4-In-1 Healthy Steam Meal Maker merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang juga, karena selain digunakan untuk membuat MPASI dapat juga digunakan untuk memasak makanan bagi yang dewasa seperti membuat makanan yang berbentuk pure, bubur dan saus. Sehingga produk ini dapat digunakan dalam rentang waktu yang lebih lama. Worthy banget yah. Sayang aku tahu produk ini agak terlambat, disaat anak-anak udah gede. Tapi gapapa, untuk anak ketiga maybe. Hahaha.

Video Healthy Baby Food Maker :

 

Produk-produk Philips AVENT ini sangat cocok banget untuk bagi working mom atau ibu pekerja, karena sangat jeli dalam memberikan kemudahan dan efisiensi waktu. Seperti yang dikemukakan Yongky Sentosa, Head of Personal Health Philips Indonesia, “Melalui rangkaian produk elektrik inovatif Philips AVENT, kami berharap dapat memberikan kemudahan kepada para orangtua, terutama ibu, khususnya ibu bekerja yang jumlahnya terus meningkat untuk dapat memberikan ASI dan nutrisi terbaik. Di tengah kesibukannya sebagai ibu bekerja, para ibu pun dapat tetap memberikan nutrisi yang cukup dan seimbang”.

Foto 02
Berkesempatan mencoba produk AVENT secara langsung

 

Berdoa 

Ini adalah rangkuman dari segala ikhtiar yang kita lakukan. Sebagaimana anak adalah titipan dari Yang Maha Kuasa, seperti itu juga lah kita harus menjaganya dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya sekedar melahirkannya ke dunia, tapi serangkaian proses hingga membentuknya menjadi pribadi dewasa harus kita nikmati.

 

Children are not casual guests in our home. They have been loaned to us temporarily for the purpose of loving them and instilling the foundation of values on which their future lives will be built – James Dobson – 

 

So, Last but not least just have a Happy Parenthink moments and enjoy yourself !

 

 

 

 

 

 

17 thoughts on “AVENT dan Perannya Terhadap Pemberian Nutrisi Anak Secara Optimal

  1. Dulu jaman Raya menyusui & mpasi blm pernah nyoba Avent, setelah baca ini jadi tertarik hahahah, boleh lah dikasih kado avent ini buat anak ke-2 ku mi 😀 #ngareeeep hihihi

  2. phipils punya produk yang bagus bagus untuk menjaga kualitasnya yak, sseperti utk menyediakan MPASI, philips avent punya solusinya. Aku ibu pekerja yang akhirnya resign karena gak punya pengasuh anakn yang cocok..hehee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *