web depan
Tampilan Front versi Web

9 Alasan Kenapa Aku Ketagihan Transaksi Barang Preloved di Prelo

Posted on

Hai, aku mau sharing niy soal another buy and sell preloved thing mobile application. Buat yang sudah biasa jual dan beli barang preloved di web commerce, ini ada satu lagi niy aplikasi yang promising banget menurut aku. Saat ini membeli barang preloved atau barang bekas bukan lagi menjadi “tabu” karena kamu ga perlu repot-repot menawarkannya atau membelinya di open public, lewat internet aja sudah bisa. Ga perlu malu-malu ah membeli barang preloved,  seperti handbag second, heels second atau yang lainnya,  toh barang preloved pun kadang masih dalam kondisi baik dan masih layak pakai.

Oiya aplikasi yang mau aku perkenalkan ini namanya Prelo. Namanya ear cacthing banget. Singkatan dari Preloved. Selain namanya yang simple, menggunakan aplikasi ini juga sangat gampang banget deh. Aku sudah mencoba transaksi di Prelo, dan hasilnya jadi ketagihan! Asli deh.

Yang pertama aku lakukan tentu saja mengunduh aplikasi ini di Play Store. Ratingnya cukup bagus 4.2 dan sudah diunduh lebih dari 100 ribu orang. Dan baca-baca reviewnya juga lumayan bagus feedbacknya. Rata-rata menyatakan cukup puas dengan aplikasi ini karena gampang digunakan serta banyak fitur-fiturnya yang membantu banget.

Oke, Setelah mengunduh aku mencoba untuk Register terlebih dahulu. Cara Registernya cukup mudah, cukup dengan menginput username, nama lengkap, email dan password. Setelah register, selanjutnya adalah melengkapi data diri atau profil yang akan digunakan dalam transaksi pembelian dan penjualan. Data diri yang harus dilengkapi standar ya, ga banyak-banyak dan ga ngejelimet antara lain nama lengkap, gender, no hp, alamat pengiriman lengkap hingga nama kecamatan, kabupaten/kota hingga kode pos. Ini penting karena untuk memudahkan jasa ekspedisi menemukan alamat kita. Selain itu juga ada pilihan opsi ingin memakai jasa ekspedisi apa. Untuk yang ingin membuka toko, juga dapat mendeskripsikan jenis toko yang bagaimana yang akan dibuka. Setelah itu upload picture atau image profile kamu deh.

Setelah register dan punya akun sendiri, baru deh bisa transaksi. Yesss. Dan langsung ketagihan banget aku nya. Kenapa bisa gitu? Ini dia alasan-alasannya

1. Suka banget dengan layoutnya

Alasan pertama shallow banget ya. Tapi bener deh warna themenya yang hijau toska tuh bikin mata jadi seger. Baik tampilan versi webnya maupun mobilenya sama-sama eye catching banget. Menu-menunya juga simple, ga banyak pilihan yang malah bikin bingung sendiri milihnya. Pas banget siy di aku sesuai kebutuhan aja.

web depan
Tampilan Front versi Web

Dan di tampilan depannya itu ada seperti video yang memperagakan beberapa model/talent yang mencoba menjual barangnya atau membeli sesuatu di Prelo. Semacam short demo gitu kali ya. Which is good. Aku sukak banget. Karena memudahkan buat user dan memberikan kesan kalau aplikasi ini sudah well going.

2. Ada menu Editor’s Pick

editor picks
Barang-barang yang ada di menu Editor Picks

Setelah mengklik menu Editor’s Pick muncul tagline Featured Items Handpicked by Prelo Curators. Atau mungkin item-item yang direkomendasikan oleh Editor nya Prelo. Yang bagi aku siy ini fresh banget ya idenya. Karena kita bisa tahu item-item apa aja yang jadi unggulan. Karena kadang kalau membuka situs jual beli kadang kita belum tahu niy mau cari barang apa hehhe. Impulsif buying banget ya. Tapi dengan adanya menu Editor’s Pick ini bisa lebih mudah menyalurkan hasrat impulsif kita. Hehehe, apa sih. Intinya barang second yang masuk dalam menu ini mungkin secara kriteria lebih baik, kondisinya lebih layak pakai dan best deal, jadi sayang untuk dilewatkan.

3. Ada klasifikasi Luxury, High Street, dan Budget

klasifikasi
Luxury, High Strees or Budget?

Khusus untuk menu Women dan Men, muncul pilihan untuk barang-barang Luxury, High Street dan Budget. Yang kalau aku artikan siy Luxury merepresentasikan barang-barang preloved branded dengan nominal harga agak tinggi (meskipun harga itu relatif ya) berkisar di atas 1 juta rupiah. Brand-brand yang termasuk dalam klasifikasi Luxury antara lain Gucci, Dior, Prada dan lain-lain. Untuk High Street lebih menyasar ke pasar middle, barang bekas yang di tawarkan pun level brandnya setingkat di bawah brand Luxury. Harga-harganya juga jauh lebih murah. Brand-brand yang termasuk dalam High Street adalah H&M, Mango, Zara, Bershka dan lain-lain. Dan untuk Budget ini dikhususkan untuk kamu yang secara budget terbatas ya, barang-barangnya sebagian besar unbranded, meskipun ada juga yang branded (kalau beruntung menemukannya hehe). Brand-brand yang ada di Busget rata-rata dari 3Second, Ada Woman, Triset dan banyak lainnya. Klasifikasi semacam ini bagiku bagus banget, dan memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi user dalam menemukan barang yang dicari.

4. Ada fasilitas chat dengan owner shop

Screenshot_2017-05-10-13-27-01[1]
Fitur chat (Prelo Web Version)
 Ini salah satu fitur yang aku suka banget. Karena bisa langsung chit chat dengan ownernya. Buat nanya-nanya detail foto, deskripsi barang atau kondisi barangnya secara personal. Dari fitur chat seperti ini kita juga jadi tahu seller mana yang fast respons dan keaktifan seller juga menjadi salah satu poin kita jadi membeli atau tidak kan. Dan kalau ada balasan chat dari owner, notifikasi nya langsung pop up di hp (kalau kita pake yang mobile version ya) atau kalau yang lagi open web by browser, notifnya juga muncul by email.

5. Ada fitur blog dan sharing storynya

blog
tips and tricks

Selain bisa transaksi jual beli barang-barang Preloved, di Prelo kita juga bisa baca-baca artikel yang informatif banget. Konten artikelnya juga bermacam-macam, mulai dari konten yang bersifat relijius, techno hingga review-review tempat kuliner. Selain itu kita juga bisa berkenalan dengan lebih dekat dengan owner shop di Prelo lewat fitur Prelo Story : #MeetTheSeller. Dengan menu ini, kita bisa tahu seller-seller mana aja yang berjualan di Prelo. Selain memberikan background seller, menu ini juga baik untuk membangung kepercayaan user terhadap aplikasi ini, dan menjadikan Prelo lebih terpercaya di mata konsumennya.

seller
#MeetTheSeller

6. Ada fitur Tawar-nya

Screenshot_2017-05-10-10-11-35[1]
fitur tawar
Ini juga penting banget dan ga semua aplikasi sejenis yang memiliki fitur ini. Ternyata ga di pasar aja kita bisa nawar, di Prelo juga bisa dunk. Kalau misalnya barang yang kita mau harganya masih dirasa ketinggian, sah-sah aja untuk mengklik “Tawar” dan nanti seller akan memberikan respon apakah tawaran tersebut ditolak atau diterima. Seru banget ya ada fitur ini. Kalau aku siy suka, hehehe.

7. Jual buku-buku bekas juga

buku
buku bekas

Yap, di Prelo ternyata ada menu Buku Bekas-nya. Bagus banget ini untuk book geeks kaya aku. Mungkin di aplikasi sejenis ada juga kali ya. Tapi fitur ini tetap jadi nilai tambah bagi aku.

8. Ada fitur Badge & Achievement

Screenshot_2017-05-12-09-06-09[1]
Badge and Achievement
Setelah mulai aktif jadi user Prelo in 3 days ini, aku baru ngeh kalau mereka membuat fitur Achievement. Semacam reward gitu buat para seller atau buyernya. Dan setiap pemberian Badge ada kriteria-kriterianya. Misal Badge The Inspector, ini diberikan kepada Prelovers (julukan Prelo terhadap usernya, lucu yahh) yang melaporkan barang bermasalah atau kemungkinan barang tersebut tidak authentic (KW). Badge The Authentic Club itu untuk Prelovers yang meng-upload barang authentic untuk kategori Women, Men dan Beauty. Nah, badge ini akan otomatis dicabut apabila kamu “ketahuan” mengupload barang KW. Lalu ada Badge Top Seller yang diberikan kepada 10 besar seller yang menjual barang terbanyak setiap bulannya. Semakin tinggi ranking kamu, semakin banyak pula poin yang akan kamu dapatkan. Buat Prelovers yang aktif menggunakan aplikasi, Prelo memberikan Badge Super Active User+++ beserta rewardnya berupa poin di setiap hari kesepuluh dan ketigapuluh kamu membuka aplikasi. Seru banget yah. Dan ada badge The Winner khusus untuk Prelovers yang memenangkan kompetisi yang diadakan oleh Prelo.

Fitur-fitur reward semacam ini bagus banget menurut aku untuk membangun relationship yang baik antara Prelovers dan Prelo. Karena ada attraction of belongingnya dan bonding yang kuat. Ini juga bisa mantain Prelovers untuk tetap setia menggunakan aplikasi ini. Top Banget.

9. Barang-barang yang dijual di Prelo dijamin Authentic

Yup, ini adalah salah satu brand value-nya Prelo yaitu, Autensitas, Prelo menghargai dan melindungi hak kekayaan intelektual. Dan kalau ada yang upload barang KW, kamu juga bisa protes dengan send tombol Report dan melaporkan seller yang bersangkutan. Jadi ga perlu ragu transaksi di Prelo. Dijamin aman. Ini menurutku bagus banget karena kadang suka ragu sama keaslian barang. Apalagi kalo harganya di brandrol terjun bebas.

brand
brand value

Setelah puas eksplorasi aplikasi ini, aku akhirnya memesan beberapa item. Lagi pengen nyobain lipstick matte yang lain siy sebenarnya, biar punya lebih banyak shade, ga yang itu-itu aja. Karena kepengenannya banyak, budget terbatas, akhirnya memutuskan beli yang preloved. Ini dua item yang mau aku beli. Pembayarannya ditansfer ke rek bersama nya Prelo. Jadi aman dan ga perlu khawatir ditipu seller.

Akhirnya aku mencoba pesan :

Screenshot_2017-05-10-10-03-13[1]
pembelian pertama di Prelo

Screenshot_2017-05-10-10-16-57[1]
pembelian kedua di Prelo
 Setelah transfer, bisa langsung konfirmasi di laman transaksi. Semua aku lakukan mobile. Dan aplikasi ini memang sangat ramah mobile usernya. Notifikasinya jelas dan gampang sekali digunakan. Tuh lihat ada simbol-simbol uniknya di laman transaksi kan. Jadi kita bisa tahu dengan cepat apakah konfirmasi transfer kita sudah diterima atau apakah barang kita sudah dikirim atau belum sama seller. Kita bisa ngeceknya as easy as that.

Screenshot_2017-05-12-08-21-50[1]
laman transaksi
Sekarang aku tinggal menunggu barang pesananku sampai. Selain jadi buyer, aku juga tertarik banget jadi seller. Saatnya bersih-bersih gudang dan lemari untuk melihat siapa tahu ada yang bisa dijual atau ga. Karena selama ini sudah niaat banget pengen jual-jual barang yang ga kepakai tapi belum nemu aplikasi yang asik dan aman untuk digunakan. Tapi, Prelo ini udah kebukti beda. Dan jujur aku jadi ketagihan banget menggunakan Prelo.

Okay, i guess thats all , now i just can’t hardly wait to receive my packages from Prelo.

See you in next article ya guys..

 

4 thoughts on “9 Alasan Kenapa Aku Ketagihan Transaksi Barang Preloved di Prelo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *