Tak Berkategori

5 Tips “Me Time” For Working Mom

 

me time5.jpg

Oke ya, judul di atas mungkin sedikit bias. Hello?? Working Mom kurang me time apa sih? Dari pagi sampai sore/malam sudah keluar rumah tanpa harus deal with riuh rendah suara anak-anaknya, atau harus repot-repot menyiapkan sarapan/keperluan sekolah dan lain lain, atau harus nonstop 24 jam mendengarkan rengekan manja anak kecil yang manja berusia 3-5 tahun, atau harus berjibaku dengan laundry, cucian piring, lantai bekas muntahan atau pipis anak, atauuu harus repot-repot kelimpungan memasak ini ono kucrut. Alahh..Iya siy kalau dibandingkan dengan Non Working Mom, memang ga bakal ada habisnya. The War is Never Ending, Sudara-saudara. Makanya ga usah dibanding-bandingkan ya. Daripada sibuk ngurusin dan memperdebatkan siapa yang berhak dapat predikat lebih baik, yuk kita cari cara yang menyenangkan untuk tetap menghargai keduanya. Sesuai dengan pilihan hidupnya masing-masing. Hey, setiap pilihan selalu ada resiko kan. So, stop being mean and lets be supportive for each other.

Jadi balik ke me time bagi working mom? Emang susah ya? Kan waktunya banyak kaliikk.

me-time1

Me time disini adalah waktu berkualitas yang bener-bener hanya memikirkan diri sendiri, tanpa harus mendengar keluhan dari bos, atau diganggu deringan telepon dari klien, atau memikirkan email yang harus segera dibalas, atau komplain dari customer. Apapun itu yang berhubungan dengan pekerjaan. Bisa ga siy?

Nah ini beberapa contohnya yang pernah aku lakukan untuk curi-curi waktu buat me time

1. Enjoy your solo drink

me-time-2

Ada drama korea judulnya Drinking Solo, ceritanya kurang lebih tentang seseorang yang setiap pulang kerja, dia adalah seorang mentor dari bimbingan belajar ternama di Seoul, selalu menyempatkan diri nongkrong di pub/cafe sambil minum beer, snacking, baca buku dan mendengarkan music by headset. Dia harus melakukan itu karena untuk mengurangi tingkat stress menghadapi kelakukan murid ABG yang belajar di bimbelnya dan persoalan lainnya.

What about me?

Minimal sekali dalam seminggu, atau sekali per dua minggu lah, biasanya aku sebelum sampai di rumah, mampir dulu ke tukang bakso langganan atau sate padang atau soto mie atau apa lah, tujuannya selain makan biasanya meredakan emosi, merefreshkan pikiran, membuang segala hal apapun itu yang bersifat down, sehingga bisa memasang senyum lebar kepada Miko Mikha saat mereka membukakan pintu saat aku pulang.

Karena pantang banget bagi aku, memasang tampang masam saat pulang ke rumah. Apapun itu kondisinya, lagi capek lah, lagi galau lah dicuekin temen, lagi bete lah dimarahin bos, tetep harus jadi happy virus waktu di rumah.

2. Maximize the power of lunch time

 

me-time3Waktu istirahat ya istirahat. Jangan dipake kerja. Bener deh. Even cuma sejam. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Biasanya aku niy : kabur sebentar ke “sogo jongkok”/tanah abang/tamcit, yang deket-deket kantor aja, atau beberapa kali ke perpustakaan nasional di cikini, atau kalau lagi malas jalan, nonton drama korea deh, itu udah mentok hehehehe.

3. Use your duty as your priviliges

me-time4

Kalau dapat tugas negara, misal meeting di hotel or dinas ke daerah, ga bisa dinafikan itu bener-bener jadi sweet escape bagi aku. Bisa tidur selonjoran di ranjang yang luas, bisa baca buku favorit di sela-sela waktu kosong, bisa hunting kuliner di daerah, bisa traveling ke tempat-tempat wisata (kalau ada waktu). Ya tentunya, setelah semua pekerjaan selesai ya. Tetep, menyelesaikan pekerjaan tetep yang nomor satu, supaya me time nya ga terganggu. Dan jangan lupa semua dokumen perjalanan disimpan, karena kalo sampai hilang, malah jadi stress nantinya. Pertanggungjawabannya berat cyinn…

4. Joining Community

me time 6.jpg

Komunitas apapun itu, yang bisa mendukung segala sesuatu positif yang ada di dalam diri kita. Ga harus komunitas di luar kantor, bisa juga mengumpulkan teman-teman di kantor yang punya hobi yang sama dan visi misi yang sama. Eaaaa..Membicarakan hal remeh temeh , haha hihi, organizing people or gathering bisa menjadi ajang me time tersendiri. Atau malah bikin puyeng hehhe. Eniwei, baru-baru ini aku gabung di komunitas pendaki di unit kerja tempatku. Ga banyak siy anggotanya. Cuma kira-kira 6-7 orang dan berbicara dengan mereka bisa membukakan pikiran lebih luas loh. Intinya, berbincanglah dengan orang lebih banyak, karena pasti ada satu dua yang menempel di otak kita dan di hati kita. Karena pengalaman setiap orang ga semuanya di rekam dalam bentuk tulisan status di fb atau cuitan di twitter, apalagi di jilid dalam sebuah buku.

5. LAST, JUST SINGING OR HUMMING OR ELSE

me-time7

Me time juga ini bagi aku. Sampai kantor, pilih track-track yang mau dijadiin moodlist (baca : playlist lagu yang bisa menaikkan mood), pasang headset kadang-kadang aja, soalnya orang-orang di ruangan sudah tahu kebiasaan aku suka nyetel (jiah bahasanya jadul amat) lagu sampai jam pulang. Sampai-sampai mereka udah hapal lagu korea yang aku putar. Hahaha.

Demikianlah, sedikit tips dari aku, agak-agak campur sama curhat siy sebenernya, hahaha, Whatever lah ya 🙂

me-tyime

 

3 thoughts on “5 Tips “Me Time” For Working Mom

  1. […] Menyusuri bantaran kalijodo yang sudah tertata rapi, jauh dari kesan kumuh dan negatif seakan-akan menyuntikkan energi baru pada diriku. Dan hal itu tak hanya dirasa oleh aku saja, mereka yang sedang lari pagi, mereka yang sedang senam, mereka yang selfie berlatarkan hamparan mural, sama-sama merasakannya juga. Tempat ini juga bisa menjadi semacam sweet escape from tight schedule atau untuk me time. Baca juga ya : tips me time for working mom […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *